Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy menyebutkan lima pelabuhan keberangkatan yang dimaksud adalah Makassar, Ambon, Batam, Jayapura, dan Belawan.
“Jadi jangan sampai kehabisan tiket, karena seat juga kami batasi demi keamanan dan keselamatan penumpang,” ujar Dessy, dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis, 21 November 2024.
Menurut keterangannya, Makassar merupakan pelabuhan kelas 1 yang menjadi pusat persinggahan kapal dari Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Jumlah kapal Pelni di pelabuhan kota tersebut mencapai 14 armada.
Selama periode Nataru sejak 11 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Makassar dengan kapal Pelni diprediksi mencapai 36.819 orang. Jumlah tersebut meningkat hampir 20 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 30.751 orang.
Makassar, Ambon, dan Jayapura masih termasuk lima besar pelabuhan keberangkatan terpadat jika dibandingkan tahun lalu. “Sementara Batam dan Belawan yang masuk tahun ini menggeser Surabaya dan Balikpapan, terpadat tahun lalu,” ujar Dessy.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Dessy berkata, Pelni sudah mengantongi izin tambahan atau dispensasi untuk mengangkut penumpang melebihi kapasitas angkut kapal. Namun, izin dispensasi yang diberikan Kementerian Perhubungan tetap memperhitungkan ketersediaan alat keselamatan di atas kapal. (*)









