Aturan di istana saat itu mengizinkan pria untuk mendapat keturunan dari para budak wanita, termasuk yang tinggal di harem.
Bukan hanya di Turki, tapi harem juga dikenal di beberapa negara Asia
Nama harem sendiri berasal dari Bahasa Arab, yaitu ‘haram’ yang artinya terlarang. Istilah tersebut dapat menjelaskan konsep lingkungan untuk wanita dalam sebuah rumah tangga yang poligami.
Harem juga dibangun untuk tempat tinggalnya ibu penguasa atau istri sultan atau valide sultan. Ada juga saudara wanita, anak-anak, dan juga selir.
Di India dan Asia selatan umumnya, tempat seperti harem disebut dengan zenana. Tidak hanya di Turki, harem juga menjadi budaya di kerajaan-kerajaan Asia lainnya.
Di Tiongkok masa lalu juga ada ruangan seperti harem yang hanya boleh dimasuki oleh kasim atau pelayan istana. Bagaimana dengan di Indonesia?
Di kerajaan-kerajaan Jawa juga ada ruangan khusus yang disebut keputren yang hanya boleh dimasuki oleh wanita.
Beberapa wanita yang terdidik dari harem ternyata memiliki pengaruh besar
Sepanjang sejarah, beberapa wanita dari harem kesultanan Ottoman yang berhasil mendapat peran di dunia politik yang jabatannya sangat diperhitungkan dalam kekaisaran.









