Porostimur.com, Teheran – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyambut penarikan seluruh pasukan Amerika Serikat dari Irak dan menyebut berakhirnya kehadiran militer AS di negara itu sebagai “kemenangan bersejarah”.
IRGC bahkan menyerukan agar Washington melanjutkan penarikan pasukannya dari negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan IRGC pada Kamis (1/10/2026), sehari setelah Amerika Serikat menyelesaikan penarikan pasukan dan peralatan militernya dari Erbil Air Base, Irak.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan keluarnya pasukan dari Irak menandai berakhirnya misi Operation Inherent Resolve di negara tersebut setelah 12 tahun menjalankan operasi melawan kelompok Islamic State (ISIS). Selanjutnya, hubungan pertahanan AS-Irak diarahkan memasuki fase bilateral.
Dalam pernyataannya, IRGC menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Irak dan kelompok-kelompok yang disebutnya sebagai bagian dari “front perlawanan” atas berakhirnya kehadiran militer AS.
“IRGC mengucapkan selamat kepada bangsa Irak yang bangga… serta para pejuang revolusioner dunia Islam atas kemenangan bersejarah ini,” demikian pernyataan IRGC seperti dikutip sejumlah media.
IRGC Sebut Penarikan AS sebagai Kekalahan
IRGC menilai kehadiran militer Amerika selama bertahun-tahun tidak menghasilkan keamanan bagi kawasan, melainkan sebaliknya.









