Sering Terjadi Guncangan, BMKG Sebut Ada Tumbukan 3 Lempeng Aktif di Titik Gempa Ternate

oleh -113 views
Link Banner

@porostimur.com | Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut terdapat tiga lempeng pada titik gempa magnitudo 7 di barat daya Ternate.

Ketiga lempeng ini terus aktif bergerak sehingga menyebabkan sering terjadi guncangan.

Untuk diketahui, BMKG mencatat sudah terjadi 40 kali lebih gempa susulan, sejak terjadinya gempa magnitude 7,1 semalam.

“Ada 3 lempeng yang bergerak di situ, yaitu lempeng barat Eurasia, tengah lempeng laut Maluku dan di sebelah timur ada lempeng Filipina,” kata Superviser on Duty, Pusat Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Tsunami, BMKG, Rudy Teguh Imananta, di BMKG, Jakarta Pusat, Senin (8/7).

Link Banner

“Ini yang bergerak terus sehingga menimbulkan pergerakan yang menyebabkan terjadinya gempa.” katanya.

Baca Juga  BPS Maluku Gelar Focus Grup Discussion (FGD) Penyusunan Neraca Produksi Tabel Input Output (IO) Provinsi Maluku

Rudy menjelaskan bahwa ketiga lempeng tersebut bergerak saling mendorong. Jika dilihat secara historis, daerah di sekitar titik gempa memang daerah yang aktif.

Akibat aktivitas saling dorong ini, membuat wilayah tersebut rawan terjadi gempa, meskipun kekuatannya tidak begitu besar.

Menurut Rudy, secara histori di daerah situ cenderung aktif, terjadi gempa walaupun tidak signifikan tetapi terus terjadi gempa yang kecil karena ada pergerakan tiga lempeng tektonik.

“Saling mendorong dan akhirnya menimbulkan gempa kecil yang terjadi di zona tumbukan tersebut.” lanjutnya.

Rudi menambahkan, pertemuan antara ketiga lempeng tersebut juga membentuk gunung kecil. Gunung kecil yang merupakan tumbukan lempeng dari sisi barat dan timur inilah yang menyebabkan kenaikan lempeng di laut Maluku

Baca Juga  Tradisi Suku Naulu Dan Modernisasi Masa Kini

“Itu memang ada membentuk suatu tumbukan lempeng yang dia mungkin membentuk gunung kecil yang ada di situ. Itu sebenarnya adalah tumbukan lempeng dari barat dan dari timur sehingga menimbulkan kenaikan pada lempeng laut Maluku tersebut.” beber Rudi.

Saat ini, BMKG tengah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau keberadaan gunung api bawah laut di wilayah titik gempa.

Meski demikian, kekuatan gempa yang dihasilkan di sekitar gunung purba tersebut tidak begitu besar.

“Itu yang terus kami pantau, tetapi secara tektonik tidak terlalu signifikan. Cuma menimbulkan gempa mikro sekitar gunung purba tersebut.” (red)