Siasati Masalah Pendidikan, Dosen FKIP Unpatti Turun Mengajar di Daerah Terluar

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon : Mata Kuliah Akhir berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Program Pengenalan Lapangan (PPL) dan Pratek Kerja Lapangan (PKL) pada Falkutas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, tidak menyasar dan berpusat di wilayah Kota Ambon lagi. Namun ketiga mata kuliah tersebut lebih difokuskan menyasar ke kabupaten/kota yang masih kekurangan tenaga guru.
Dimana, ada 6 kabupaten/kota menjadi prioritas lokasi penyelenggaraan ketiga mata kuliah akhir dimaksud, yakni Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng), Buru (Namlea), Seram Bagian Timur (SBT), Buru Selatan (Bursel), Maluku Barat Daya (MBD) dan Kepulauan Aru (Dobo).

Hal ini disampaikan Dekan Falkutas Keguruan Ilmu Pendidikan  Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. I. H. Wenno,S.Pd.,M.Pd, keptada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (17/5).

Baca Juga  Cristiano Ronaldo Lebih Hebat dari Batistuta dan Quagliarella


“Program Akademik yang dijalankan pada semester ini hanya untuk Kuliah Kerja Nyata, untuk Kota Ambon tidak lagi, karena yang difokus adalah daerah terluar, kabupaten yang masih kekurangan guru, seperti Kabupaten Seram Bagian Barat sebanyak 200 orang mahasiswa, juga di Desa Lohi 38 orang, Maluku Tengah 153 orang mahasiswa,” ungkapnya.

FKIP sendiri, akunya, sedang menjalankan sebuah program “Belajar Mengajar oleh Mahasiswa, melibatkan 396 orang, sedianya disebar di Kabupaten Seram Bagian Barat 243 orang, sedangkan di Kahupateb Maluku Tengah 153 orang.
“Untuk semester ganjil harus disebarkan di Kabupatenq Buru, Buru Selatan dan SBT. Juga direncanakan 6 kabupaten, karena dibatasi dengan kondisi yang ada, seperti masalah trasnportasi, maka yang ditargetkan 5 dan diusahakan 2 diturunkan pertama ke SBT. Katena terfokus pada Kabupaten Buru dan Buru Selatan,
karena masih kekurangan guru dan sangat terpengaruh pada kuota tenaga pendidikan serta dari sisi sarana dan prasarana di kabupaten,” ucapnya.

Dari hasil evaluasi keseluruhan secara Nasional, jelasnya, 9 kabupaten dikategorikan masih banyak kekurangan dari sisi prasarana, maupun Sumber Daya Manusia (SDM) atau Tenaga Guru yang masih kurang.
“Menyiasatinya, maka ditargetkan Dosen akan diturunkan dalam 73 kelompok. Tapi ternyata yang terdaftar 7 kelompok dengan total 219 Dosen. Sebab jumlah Dosen FKIP Unpatti berjumlah 242 orang sedangkan yang  beraktifitas hanya 219 orang,” tuturnya.

Baca Juga  Bawaslu Kepsul Bakal Sikapi Dugaan Sosialisasi Pilkada Kadis PMD

Meski demikian, terangnya, dari jumlah dimaksud hanya 213 orang tenaga dosen yangvsiap diturunkan dalam program belajar tadi.
“Karena yang terbanyak di Kabupateb Buru dan Buru Selatan yang mencapai 90%. Sedangkan Malteng mencapai 50% dan sisa di Kota Ambon,” pungkasnya. (liehu)