SUV Boxy Bukan Tren Sesaat, Desainer Chery Ungkap Alasan Bentuk Mengotak Tetap Digemari

oleh -31 Dilihat
Gaya yang identik dengan kesan tangguh dan fungsional itu kini tidak hanya diadopsi SUV konvensional, tetapi juga merambah kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid.

Porostimur.com, Jakarta – Desain SUV dengan karakter bodi boxy atau serba mengotak semakin mendominasi pasar otomotif global. Gaya yang identik dengan kesan tangguh dan fungsional itu kini tidak hanya diadopsi SUV konvensional, tetapi juga merambah kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid.

Sejumlah pabrikan asal Tiongkok menjadi pemain yang agresif mengusung bahasa desain tersebut. Model seperti GWM Tank 300, Haval H7/Menglong, Wey Lanshan, Denza B5, Yangwang U8, Geely Battleship 700, Rox Adamas, hingga Jetour T2 hadir dengan karakter bodi yang tegas.

Tren serupa juga terlihat pada lini kendaraan listrik dan plug-in hybrid Chery Group, termasuk iCar V23 serta lini Freelander hasil kolaborasi dengan Jaguar Land Rover (JLR).

Baca Juga  Berduka atas Wafatnya Anak Keluarga Pipiana, Anos Yeremias Soroti Layanan Kesehatan di Pulau Babar

Pertanyaannya, apakah desain SUV serba mengotak hanya tren sesaat yang suatu saat akan ditinggalkan?

Dikutip CarExpert, Selasa (29/9/2026), Global Design Director Chery, Steve Eum, menilai desain boxy justru memiliki karakter yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Bentuk Boxy Dianggap Punya Daya Tarik Abadi

Menurut Eum, bentuk mengotak memiliki nilai emosional yang kuat bagi konsumen, terutama pada segmen SUV yang mengedepankan kemampuan off-road dan fungsionalitas.

“Bentuk ‘kotak’ ini sangat ikonik dan memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan para penggemar maupun pembeli mobil. Khususnya di segmen SUV off-road, bentuk kotak secara visual memancarkan rasa aman, ruang penyimpanan luas, ketangguhan, serta fungsionalitas,” ujar Eum kepada CarExpert.

No More Posts Available.

No more pages to load.