Ia menilai karakter boxy dapat terus dipertahankan karena memberikan ruang bagi desainer untuk mengembangkan berbagai interpretasi.
“Ini adalah bentuk ikonik abadi yang akan terus bertahan. Kuncinya terletak pada bagaimana desainer mengolah detailnya—apakah dibuat lebih modern, lebih retro, memunculkan unsur warisan sejarah (heritage), atau kombinasi keduanya,” tambahnya.
Eum juga membantah anggapan bahwa semakin banyak produsen menggunakan desain SUV mengotak akan membuat tampilan tersebut kehilangan daya tarik.
Dari sisi teknis, siluet bodi boxy memberikan keuntungan dalam hal packaging. Bentuk tersebut memungkinkan perancang memaksimalkan ruang kabin dan kapasitas kendaraan, termasuk untuk konfigurasi empat, enam, hingga delapan penumpang.
EV dan EREV Tetap Bisa Tampil Mengotak
Tantangan tersendiri muncul ketika desain boxy diterapkan pada kendaraan listrik maupun extended-range electric vehicle (EREV). Kedua jenis kendaraan tersebut membutuhkan efisiensi aerodinamika untuk membantu memaksimalkan jarak tempuh baterai.
Namun, menurut Eum, keterbatasan tersebut tidak berarti desainer kehilangan ruang untuk menciptakan karakter visual yang berbeda.
“Bentuk samping mungkin dibatasi oleh fungsi dan regulasi, tetapi sebagai desainer kami memiliki kebebasan pada detail wajah depan serta tampilan belakang untuk menciptakan identitas unik bagi setiap kendaraan,” jelasnya.









