Tak Terima Dilaporkan ke Polisi, Aiptu. Bernardus Nurlatu Angkat Bicara Soal Dana BumDes

oleh -65 views
Link Banner

@porostimur.com | Namlea: Aiptu. Bernardus Nurlatu dan istrinya Rolly Susana Samar, akhirnya angkat bicara terkait pelaporan yang menyeret nama keduanya ke kantor Polisi.

Aiptu Bernardus yang juga anggota Kepolisian beserta istrinya membantah telah menyelewengkan dana BumDes Desa Masnana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan.

Menurut Bernardus, berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada dia dan istrinya Rolly Susana Samar tidak benar.

Bantahan ini ia sampaikan langsung di hadapan wartawan, Seni (22/7) siang.

Link Banner

“Saya tidak mau berpolitik. Namun saya perlu melakukan klarifikasi atas berita-berita di media,” ungkap Bernadus.

Bernardus mengaku pernah ditunjuk menjadi Ketua BumDes sesuai hasil musyawarah di desa tahun 2017 lalu. Pada tahun yang sama, berdasarkan kesepakatan musyawarah desa, BumDes mendapat pengalokasian dana desa sebesar Rp.250 juta.

Namun dari dokumen yang ditunjukkan oleh Bernardus kepada wartawan, baru diketahui bahwa jumlah tersebut telah dirubah oleh kades Romeldus Nurlatu menjadi Rp.235 juta.

Berdasarkan kesepakatan awal, dana BumDes rencananya akan dipergunakan untuk pembangunan obyek wisata di tanah milik Bernardus, yang akan dikelola pada tahun kedua setelah pemerintah desa melunasi ganti rugi lahan tersebut.

Baca Juga  Klaim menang Pilgub Maluku, Baileo sinyalir pelanggaran di 3 kabupaten

Namun kesepakatan itu buyar, karena Dana BumDes hanya diserahkan total Rp.150 juta. Dan dana tersebut telah dipergunakan sesuai kebutuhan termasuk membayar honor pegawai BumDes.

Sementara sisa dana BumDes tidak pernah disetorkan ke rekening BumDes, tapi justru dibelanjakan langsung oleh Kades dan Sekdes dengan membeli Speedboat bekas, yang saat ditinjau Tipikor Polres Pulau Buru, kondisi barangnya dalam keadaan rusak.

Bernardus dan istrinya menegaskan kalau obyek Wisata Masnana Beach yang perizinannya tertulis atas nama Rolly Susana Samar, itu milik pribadi.

Karena hingga saat ini desa belum membayar ganti rugi terhadap tanah dan fasilitas wisata pantai miliknya. Bahkan Untuk membangun obyek tadi, Bernardus dan istri sempat kredit ke Bank sebesar Rp.250 juta.

“Awalnya kami bersedia Masnana Beach dikelola BumDes.Tapi harus membayar dahulu lahan dan ganti biaya yang sudah dikeluarkan untuk membangun, namun sampai kini yang saya bangun tadi belum dibayar,” jelas Bernadus.

Baca Juga  Laka lantas di Km 12 Masohi, 5 meninggal di tempat

Bernadus sangat menyayangkan sikap kades yang sedang terlilit dugaan tindak pidana korupsi dana desa bisa melakukan pembohongan publik.

“Saya bicara sesuai fakta. Saya punya bukti-bukti dan laporan penggunaan dana bumdes tahun 2017,” ungkap bernardus saat memperlihatkan bukti itu kepada wartawan.

Selain meluruskan tuduhan penyelewengan dana BumDes Tahun Anggaran 2917, Bernadus juga mengklarifikasi berbagai laporan yang disampaikan Kades Masnana kepada atasannya di Polres Pulau Buru.

Seperti masalah pemalangan kantor Desa Masnana. Ia menegaskan hal itu dilakukan bukan olehnya, melainkan dilakukan oleh ahli waris pemilik lahan.

Menurut Bernardus. Bangunan dan lahan yang di gunakan sebagai kantor desa merupakan milik keluarga dan baru bisa dialihkan ke desa apabila desa membayar ganti rugi terhadap tempat tersebut.

Namun karena ganti rugi tadi tidak pernah diberikan, sehingga sesuai kesepakatan dan peringatan tertulis, maka para ahli waris melakukan aksi Pemalangan terhadap kantor desa tersebut.

Selain mengklarifikasi tuduhan berbau fitnah yang menyeret dirinya, Bernadus juga menemani istrinya Rolly Susana Samar untuk melaporkan kades Romeldus Nurlatu di SPKT dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.

Baca Juga  Antisipasi kerawanan Pilkada, GMKI Cabang Ambon gelar diskusi

Bernadus dan istrinya juga dituduh telah melakukan penggelapan dana hasil penjualan beras raskin sebesar Rp.5 juta , Bernardus dan istrinya bahkan memperlihatkan bukti kuitansi penyetoran dana beras raskin yang diterima kades Masnana.

“Ini fitnah dan pencemaran nama baik.Dia harus mempertanggungjawabkan semua tuduhannya di mata hukum,” ucap Bernadus.


Disisi lain. mantan staf BPD Masnana Garis Sinyo Ette yang hadir bersama Bernardus dengan lantang membuka fakta baru, bahwa kades Masnana telah memakai dana desa sebesar Rp.360,5 juta untuk membayar hutang pribadi.

“Kami ingin pak bupati Buru Selatan menonaktifkan Romel Nurlatu dan menunjuk kareteker kades Masnana,”pinta Ette (ima)