Pemkab Kepulauan Sula Siap Gelar Fastival Maksaira

oleh -248 views
Link Banner

@porostimur.com | Sanana: Pemerintah Kabupaten Kepuluan Sula dalam waktu dekat akan menggelar Festival Maksaira Tahun 2019.

Fastival Tahunan tahunan yang diselenggarakan pemerintah ini mengambil tema “Pelestarian Budaya Sebagai Kearifan Lokal dan Pengembangan Obyek Wisata dan Sejarah.

Idham Buamona

Kepala Bidang Budaya dan Kesenian, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Kepulauan Sula, Idham Buamona kepada porostimur, Senin (22/7) mengatakan, Festival Maksaira tahun ini juga diisi kegiatan Gabalil Hai Sua.

“Pengunjung dan masyarakat akan di Suguhkan dengan Pagelaran Akbar Tarian Tradisional sebagai Tanda Pembukaan Acara. Selanjutnya Peserta Gabalil di perkenalkan dengan Prosesi Ritual pada obyek wisata sejarah yang ada di Kepulauan Sula”, papar Idham.

Link Banner

Mantan Ketua HMI Cabang Sanana ini mengatakan, acara Gabalil Hai Sua (Keliling Pulau Sula), akan diisi dengan rangkaian kegiatan berupa: Pembersihan Air Tantosa di Desa Fukweu, kunjungan Kota Tua di Desa Malbufa, Ritual Sasa Tahaga di Desa Kabau, kunjungan ke Kota Tua di Tanjung Waka, kunjungan ke Air Terjun Wailau serta Seminar Potensi Wisata dan Budaya.

Baca Juga  Padal dan Petugas Pos Pelayanan Ketupat Kie Raha 2020 Pasar Basanohi Fogi Membagi Masker

Selain itu, pangunjung dan masyarakat juha dapat mengunjungi stan Pameran Produk Unggulan Daerah, mengikuti Lomba Kesenian Tradisional, mengikuti Lomba Syembara Baju Adat dan Rumah Adat.

Idham Buamona menambahkan, pada. kagiatan festival kalia ini, juga akan dilaksanakan kegiatan Maksaira Hasil Sayembara Rumah dan Pakaian Adat Sula, Maksaira Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, Pawai Obor di Malam dalqm Kota Sanana serta Karnaval Budaya Nusantara.

“Hasil Festival MAKSAIRA 2019 diharapkan ada sebuah kesadaran bersama warga dan stekholder lainnya dalam menjaga kelestarian budaya, objek wisata dan sejarah yang dimiliki oleh KepulauanSula serta berdirinya Rumah Adat Sula”, tukasnya.

Idham berharap melalui featival ini dapat ditetapkan Pakaian Adat Sula sebagai ciri khas serta adanya rumah adat nusantara dari berbagai etnis dan suku yang mendiami Sula sebagai simbol Kebhinnekaan.

Baca Juga  Dino Umahuk Siap Bertarung di Pilkada Kepsul 2020

“Selebihnya ketika sudah tersedia sarana dan prasarana yang mendukung pada objek budaya, wisata dan sejarah tadi maka diharapkan dapat menambah sumber PAD Kabupaten secara berkesinambungan,” pungkas Buamona. (raka)