Tergerus Zaman, Kerajinan Suram Tam Kota Tual di Ambang Kepunahan

oleh -176 Dilihat
Regenerasi perajin di sentra gerabah Tam nyaris terhenti. Anak-anak muda lebih memilih pekerjaan di sektor pemerintahan yang dianggap menawarkan penghasilan dan masa depan lebih menjanjikan dibandingkan menjadi perajin gerabah.

Bagi Siti, yang paling mendesak saat ini bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi memastikan keterampilan tersebut tidak ikut hilang bersama para perajin yang semakin menua.

Ia berharap pemerintah desa maupun pihak terkait dapat mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan kerajinan tradisional tersebut, salah satunya melalui edukasi dan pelatihan yang mempertemukan para perajin dengan generasi muda.

“Desa ini sudah menjadi sentra gerabah Tam, sayang kalau sampai punah. Makanya perlu ada edukasi, mengumpulkan perajin dan anak muda setempat,” pungkasnya.

Suram kini berada di persimpangan. Di satu sisi, ia menyimpan sejarah dan identitas budaya masyarakat Tam. Di sisi lain, keterampilan pembuatannya terancam terputus karena semakin sedikit tangan muda yang bersedia menyentuh tanah liat.

Jika regenerasi tidak segera dilakukan, bukan hanya sebuah produk kerajinan yang akan hilang. Sebuah pengetahuan tradisional yang telah bertahan selama puluhan tahun juga berisiko ikut terkubur bersama tanah liat yang selama ini menjadi bahan bakunya.

Baca Juga  Menperin Sarmuji Dorong IKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

(Megarivera Renyaan)

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.