Karya: Cahaya Hidayani

Aku nia handayani.. Panggil aja nia. Suatu hari aku tak sengaja berkenalan dengan cowok bernama oktaviadi ravello. Kita saling tukeran pin bbm. Pertama aku ngerasa biasa aja. Pada suatu hari aku tak sengaja bbm dia soal pm nya.

Aku ditantang buktiin dia orang baik atau nggak. Dan kami memutuskan untuk bertemu. Entah kenapa aku berani ketemu dengan orang yang sama sekali belum aku kenal sebelumnya.

Aku seneng banget awal ketemu sama dia. Dia orangnya baik. Yang gak bisa aku lupain dia selalu buat aku tersenyum. Apa lagi kalau inget dia bilang. “aku gak bakal culik kamu kok. Rugi tauukk.. Aku harus ngasih kamu makan. Trus juga aku pasti jadi buronan orangtuamu..” Aku jawabnya aja dengan ketawa “bisa aja kamu. hehehe..”

Tak terasa sore tiba, aku pun diantar pulang. Setelah itu hubanganku berlanjut. Setiap hari kita selalu ngasih kabar. Aku semakin dekat dengan dia, aku bahagia, tapi aku tak tau apa yang dia rasakan. Aku selalu berharap kau juga pun Bahagia.

pertemuan kedua aku sudah akrab sama dia. Aku paling suka dia panggil aku ndut, dan dia aku panggil mancung. Kita mutusin untuk beli bakso.

Hati gak karuan rasanya. Sampai aku males makan. Aku seneng waktu nyuapin kamu. Mungkin itu adalah moment bahagia yang pernah aku rasain sama kamu.

Setelah beberapa hari ravel berubah. Aku lihat post di fbnya, ditandai cewek, bagai disambar petir begitu sakit hatiku membaca post ceweknya.

Kenapa setiap aku berbicara tentang ceweknya dia bilang cuma deket. Terus apa yang kita jalani semua ini. Tidakkah kau memberiku harapan palsu, atau aku yang terlalu berharap.

Setiap malam ku berdoa semoga kau selalu bahagia walupun tak bersamaku. Walaupun ku mencintaimu. Tapi ku tahu cinta yang sejati tak harus memiliki.

Hari demi hari ku menunggu kau memberi kabar. aku selalu menunggu datangnya bbm dari kamu, ku hanya bisa melihat pm mu saja. Itu pun aku sudah bahagia, aku ini bodoh apa aku terlalu mencintai, aku sakitku adalah pengorbananku cintaku, aku begitu mencintaimu, tak kan kulupakan dirimu sampai kapanpun. Dan akhirnya kau ingin kita bertemu. Dan seperti biasa.

Ku hanya bisa bahagia yang hanya untuk sesaat. Dan itu adalah pertemuan terakhir kita. Dan aku memutuskan untuk pergi dari kehidupanmu dan tau mau lagi berurusan dengan kehidupanmu. Mungkin itu yang terbaik.

Karna ku tahu cinta tak harus memiliki. Tapi mengenalmu adalah hal terindah yang pernah aku rasakan, Terimakasih sudah hadir dalam hidupku. Semoga kau selalu bahagia di manapun dan bersama siapapun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: