Selama sekitar tiga pekan, keberadaan nelayan tersebut tidak diketahui secara pasti oleh keluarga maupun masyarakat Desa Sambiki.
Kabar mengenai penemuan Kamaludin kemudian menjadi harapan baru bagi keluarga setelah disebut adanya komunikasi melalui panggilan video.
Kepala Pos SAR Morotai, Hidayat Hatari, membenarkan pihaknya telah menerima informasi mengenai kabar tersebut. Namun, Basarnas masih melakukan verifikasi untuk memastikan kebenaran informasi, termasuk identitas kapal yang disebut menemukan Kamaludin.
“Kabarnya kapal yang temui nelayan itu dari kapal nelayan China. Tapi kami dari Basarnas belum tahu pasti dan harus memastikan apakah betul kapal dari China, supaya kita pastikan nama kapal itu,” terang Hidayat.
Basarnas Verifikasi Identitas Kapal
Menurut Hidayat, informasi awal menyebut kapal yang membawa Kamaludin berada sekitar 350 mil dan sedang dalam perjalanan menuju China.
Jika informasi tersebut benar, posisi Kamaludin saat ini berada jauh dari wilayah Morotai dan masih berada di atas kapal yang menolongnya.
“Nanti kami update ke Basarnas Pusat supaya Basarnas Pusat bisa koordinasi dengan Kedubes, tapi kami memverifikasi dulu kepastiannya,” tandas Hidayat.
Basarnas Morotai selanjutnya akan berkoordinasi dengan Basarnas Pusat untuk memastikan informasi tersebut, termasuk mengidentifikasi nama dan posisi kapal serta memastikan kondisi Kamaludin.









