Latihan ini dinilai strategis mengingat kawasan Weda merupakan wilayah dengan potensi sumber daya alam yang besar, sekaligus memiliki nilai strategis nasional di sektor industri pertambangan dan hilirisasi mineral.
Uji Kesiapsiagaan dan Soliditas TNI
Brigjen TNI Enoh menegaskan, latihan terintegrasi ini menjadi bukti soliditas dan kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman, termasuk ancaman terhadap objek vital nasional dan sumber daya alam strategis.
“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, kesiapan tempur, serta kemampuan pengoperasian alutsista TNI,” tegasnya.
Selain aspek militer, latihan ini juga dipandang sebagai bentuk penguatan peran TNI dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang memiliki potensi konflik kepentingan, khususnya di sektor kehutanan dan pertambangan.
Korem 152/Babullah Siap Dukung Pelaksanaan
Danrem menambahkan, jajaran Korem 152/Babullah telah menyiapkan diri untuk mendukung penuh pelaksanaan latihan tersebut dan saat ini tinggal menunggu arahan lanjutan dari pimpinan TNI di tingkat pusat.
“Untuk kesiapan, khususnya di wilayah Korem, kami sudah siap dan tinggal menunggu arahan dari pusat,” pungkas Brigjen TNI Enoh Salahuddin.
Latihan terintegrasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarmatra TNI sekaligus memastikan kesiapan pertahanan negara, khususnya di kawasan timur Indonesia yang memiliki nilai strategis tinggi. (red)









