Namun, dalam tahapan tersebut, sang adik dinyatakan gugur setelah tidak lolos pemeriksaan kesehatan.
Setelah itu, pihak keluarga menghubungi Serma SUARNO UWENG. Menurut SD, dalam komunikasi tersebut keluarga mendapat penjelasan dan janji agar sang adik kembali mengikuti seleksi pada gelombang kedua, tetapi prosesnya dilakukan melalui Kota Ambon.
Langkah tersebut, kata SD, disebut bertujuan agar proses seleksi sang adik dapat dikontrol langsung oleh Serma SUARNO UWENG.
Atas saran tersebut, keluarga kemudian memutuskan pindah domisili ke Kota Ambon untuk mengikuti proses seleksi gelombang kedua.
Namun, pada proses berikutnya, sang Casis kembali dinyatakan tidak lolos, kali ini pada tahapan pemberkasan.
Keluarga kemudian kembali menghubungi Serma SUARNO UWENG melalui Ismail Alu untuk mempertanyakan nasib uang yang telah diberikan sekaligus meminta pengembalian dana tersebut.
“Namun pada saat adik kami ini tidak lolos di pemberkasan, sehingga dari keluarga menghubungi bapak Serma SUARNO UWENG lewat bapak Ismail Alu, mengenai adik kami dan meminta pengembalian uang tersebut hingga sekarang tidak dikembalikan,” pungkas SD.
Minta Pangdam Pattimura Beri Perhatian
Persoalan tersebut kemudian mendorong keluarga meminta perhatian Panglima Kodam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto.









