Keenam, menjadikan orientasi pengurus sebagai titik awal konsolidasi dan disiplin organisasi. Seluruh peserta diminta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memahami ideologi, platform, sejarah, serta arah perjuangan Partai Golkar.
Ia juga meminta agar orientasi tersebut ditindaklanjuti dengan program kerja terukur, pembagian tugas yang jelas, serta mekanisme evaluasi terhadap kinerja organisasi.
KPPG Harus Jadi Kekuatan Perempuan dan Melahirkan Pemimpin Maluku
Lebih lanjut, Lessy berharap KPPG di Maluku berkembang menjadi organisasi perempuan yang kuat, solid, mandiri, dan disegani. Ia ingin perempuan-perempuan Partai Golkar tampil di garis depan perjuangan, bukan hanya menjadi peserta dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak organisasi dan kekuatan perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, Maluku membutuhkan lebih banyak pemimpin perempuan yang memiliki keberanian berbicara, kemampuan bekerja, kecakapan mengambil keputusan, serta komitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Ia menegaskan, kebesaran Partai Golkar tidak hanya ditentukan oleh kuatnya struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan partai menghadirkan kader-kader terbaik dan membangun kepercayaan masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran KPPG menjadikan kerja nyata dan kedekatan dengan masyarakat sebagai orientasi utama dalam menjalankan organisasi.









