“AMPG harus hadir dengan kerja nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran AMPG harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Umar memberikan lima penekanan kepada jajaran pengurus dan kader AMPG Provinsi Maluku.
Pertama, AMPG harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat konsolidasi dan membesarkan Partai Golkar di seluruh wilayah Maluku. Penguatan organisasi harus dilakukan secara menyeluruh melalui kepengurusan yang solid, aktif, dan terkoneksi hingga tingkat kabupaten/kota serta akar rumput.
Kedua, kaderisasi harus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan merekrut dan mempersiapkan generasi muda potensial menjadi kader Partai Golkar. Diklat yang dilaksanakan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan formalitas, tetapi harus menjadi awal pembentukan kader yang disiplin, berkarakter, memahami politik, dan siap menjalankan tanggung jawab organisasi.
Ketiga, AMPG harus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, olahraga, pendidikan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, kehadiran Partai Golkar dapat dirasakan masyarakat setiap saat, bukan hanya ketika momentum politik tiba.









