Jika pembinaan dilakukan sejak sekolah, generasi muda diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai penikmat musik, tetapi juga menjadi pelaku dan pencipta yang mampu membawa nama Ambon ke panggung yang lebih luas.
Pada akhirnya, Final Lomba Jukulele Tingkat Kota Ambon 2026 bukan sekadar kompetisi.
Di balik petikan alat musik tersebut terdapat pesan yang lebih besar tentang bagaimana Ambon ingin mempertahankan identitasnya sebagai kota musik.
Predikat Kota Musik Dunia tidak cukup hanya terpampang sebagai label.
Ia harus hidup di sekolah, komunitas, ruang publik dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dan salah satu cara untuk memastikan musik tetap hidup adalah memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenalnya sejak dini.
Dengan semangat “Jukulele untuk Semua, Ambon Par Dunia”, Pemerintah Kota Ambon kini mendorong agar musik tidak hanya terdengar dari panggung pertunjukan, tetapi juga tumbuh dari ruang-ruang kelas dan menjadi bagian dari proses pembentukan generasi masa depan.
(Josian Kakisina)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










