Warga Turun Tangan, Pemerintah Diminta Jangan Lepas Tanggung Jawab
Bagi Muis Ade, aksi warga membersihkan jalan secara gotong royong merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mempertahankan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh dimaknai bahwa masyarakat telah mengambil alih tanggung jawab pemerintah.
Ia menegaskan, warga bekerja bakti karena membutuhkan akses yang dapat digunakan untuk bekerja dan beraktivitas, bukan karena kewajiban pemeliharaan infrastruktur telah berpindah dari pemerintah kepada masyarakat.
“Warga sudah turun tangan sejak Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 08.12 WIT. Sekarang giliran pemerintah menunjukkan kooperatifnya bahwa pemerintah kota benar-benar hadir untuk masyarakat Moti,” tegasnya.
Menurut Muis, pemerintah seharusnya tidak menunggu sampai kondisi jalan semakin parah, akses terputus, aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh, atau bahkan terjadi kecelakaan maupun korban, baru kemudian mengambil tindakan.
Karena itu, Pemkot Ternate diminta segera melihat langsung kondisi jalan menuju Tafaga dan wilayah sekitarnya serta mengambil langkah penanganan yang diperlukan.
Jalan Rusak Berdampak Langsung pada Ekonomi Warga
Muis menilai persoalan kerusakan jalan tidak bisa dilihat hanya dari kondisi fisik berupa batu, tanah dan material yang memenuhi badan jalan.








