Warga Tolak Pembersihan Lokasi PETI, 2 Provokator Diamankan Polisi

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Upaya pembersihan lokasi tambang Gunung Botak, di Pulau Buru dari para penambang liar oleh pihak aparat sempat menimbulkan keributan di pemukiman warga yang menjadi pintu masuk wilayah tambang, Senin (24/5/2021).

Sebelum masyarakat Desa Dava memblokir akses jalan masuk ke lokasi tambang. Polisi sempat menahan 15 orang pekerja tambang yang sedang beraktifitas di lokasi gunung botak yang ditemukan saat penyisiran.

Namun saat polisi akan membawa ke 15 orang tersebut ke Mapolres Buru. Warga sudah lebih dulu menutup jalan dengan cara meletakkan batang-batang kayu di tengah jalan dengan maksud polisi bisa melepaskan 15 orang yang dibawa menggunakan mobil polisi tersebut.

Masa sempat membuat aksi bergulingan di badan jalan untuk menahan rombongan aparat.

Aksi palang jalan yang dilakukan warga , selain menuntut pembebasan 15 pekerja tambang juga untuk mengutarakan kekecewaan masyarakat terhadap pihak aparat yang hanya bisa menangkap pekerja tambang akan tetapi tidak pernah mau menangkap otak atau oknum oknum dibalik aktifitas yang dijalankan di lokasi tambang.

Baca Juga  Bank Indonesia Gelar Karya Kreatif Indonesia Virtual Jilid II

Padahal menurut masyarakat. Hal itu sangat mudah dilakukan karena anak buah mereka sudah tertangkap . Warga menilai seharusnya polisi bisa dengan mudah mendapatkan informasi dari para pekerja tentang siapa bos mereka.

Aksi palang jalan sempat tidak terkendali dan membuat polisi kewalahan. Hal itu kemudian dimanfaatkan ke 15 pekerja tambang untuk melarikan diri dari atas mobil polisi.

Polisi juga sempat mengeluarkan tembakan peringan dan melepaskan tembakan gas air mata ke arah warga. Sebelum akhirnya masa yang tidak terkendali bisa meninggalkan lokasi tersebut

Dari aksi itu polisi berhasil menahan 2 orang yang diduga menjadi dalang alias provokator masa oleh warga yang menahan aparat hingga berujung larinya ke 15 orang yang ditahan.

Baca Juga  Madrid Bangkit Berkat Zidane yang Minim Rotasi

Kedua orang tersebut lalu dibawa ke Mapolres pulau buru untuk menjalani pemeriksaan. Kduannya adalah. Mantan Kades Widit, Kaban Tihun alias Managula dan kerabatnya, Ibrahim Tihun. Keduanya juga merupakan pelaku tambang.

“Keduanya diamankan karena diduga sebagai provokator pengerah massa saat menghadang aparat kepolisian,” jelas Kasat Intel Polres Pulau Buru, Iptu Sirilus Atajalim.

Sebelumnya. Aktifitas peti di wilayah gunung botak berjalan sangat ramai sejak lama. Meskipun pernyataan bahwa peti di kabupaten buru telah resmi ditutup namun faktanya aktifitas pertambangan baik secara manual maupun dengan cara penyemprotan skala besar tetap terus dilkukan.

Dampaknya. Sejumlah dampak fatal pun tidak berhenti mengancam. Mulai dari Pencemaran yang terjadi karena para penambang ilegal masih menggunakan bahan kimia Merkuri sebagai media penagkap emas yang sangat berbahaya dalam jangka panjang bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

Baca Juga  Polres Pulau Ambon Geledah Rumah Tersangka Pengguna Narkoba

Sampai pada kerusakan yang timbul karena penambangan sudah kembali menggunakan metode tembak larut (dompeng) dan Metode Lubang dengan kedalaman kurang lebih 20 meter bahkan ada yang lebih dalam lagi, sehingga menimbulkan lobang – lobang besar yang seringkali longsor dan memakan korban jiwa. (Ima)