Bagi Maluku, pendekatan ini menjadi penting. Sebab, kekayaan sumber daya perikanan yang besar akan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi ketika mampu diolah, dijaga mutunya dan menembus pasar internasional secara berkelanjutan.
Ekspor hampir 26 ton Frozen Yellowfin Tuna Loin ke Vietnam menjadi salah satu gambaran bahwa produk perikanan dari Ambon memiliki ruang untuk terus berkembang di pasar global.
Tantangannya kini bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi memastikan mutu tetap konsisten, rantai pasok semakin tertelusur, dan produk perikanan Maluku memiliki daya saing yang kuat.
Willy menekankan bahwa hal tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Karantina, pelaku usaha dan seluruh pihak dalam rantai pasok.
“Kolaborasi antara pemerintah, Karantina, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga konsistensi mutu produk sekaligus memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah,” katanya.
Dari Ambon, tuna Maluku kembali berlayar menuju pasar dunia.
Dan setiap kontainer yang keluar membawa lebih dari sekadar komoditas—ia membawa taruhan Maluku untuk menjadikan kekayaan laut sebagai kekuatan ekonomi yang bernilai lebih tinggi.
(Red)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com






