Porostimur.com, Ambon – Komoditas serat pisang Abaka asal Maluku bersiap menembus pasar internasional. Sebanyak 10 ton serat Abaka ditargetkan dalam ekspor perdana ke Tiongkok, menandai langkah awal daerah ini dalam memperluas jejak produk unggulan ke pasar global.
Persiapan tersebut dibahas dalam audiensi antara Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku (Karantina Maluku) bersama PT. Spice Island Maluku (SIM), yang digelar pada Rabu (17/6/2026).
Pertemuan ini turut melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku serta PT. Sucofindo, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem ekspor komoditas daerah.
Kawal Standar, Jaga Daya Saing
Audiensi difokuskan pada kesiapan teknis ekspor, khususnya pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari yang menjadi ketentuan wajib dari otoritas Tiongkok.
Karantina Maluku memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari prosedur ekspor, kelengkapan dokumen, hingga standar karantina yang harus dipenuhi agar produk serat Abaka dapat diterima di pasar tujuan.
Kepala Karantina Maluku, Willy Indra Yunan, menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal proses tersebut hingga tuntas.
“Kami menyambut baik inisiatif ekspor serat pisang Abaka ini. Karantina Maluku berkomitmen memberikan fasilitasi dan pendampingan teknis sehingga seluruh persyaratan ekspor ke Tiongkok dapat terpenuhi dengan baik. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan produk Maluku yang berdaya saing di pasar dunia,” ujarnya.




