Menurut penjelasan dalam Kumpulan Artikel Sya’ban dan Ramadan karya Ammi Nur Baits, hadits ini diriwayatkan oleh Al-Muhamili dalam Al-Amali, Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya dan ia mengatakan “Andaikan shahih, bisa jadi dalil”, Al-Wahidi dalam Al-Wasith. Sanad hadits ini dhaif.
Keutamaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadan
Mengacu pada hadits di atas, keutamaan 10 hari kedua bulan Ramadan adalah Allah SWT menurunkan ampunan atau maghfirah-Nya kepada hamba-Nya. Meski demikian, hadits yang menyebut hal ini dikatakan dhaif atau lemah.
Hal yang dapat dilakukan untuk mendapat ampunan Allah SWT pada 10 hari kedua Ramadan–termasuk hari-hari lainnya–adalah bertobat. Imam al-Ghazali dalam kitabnya Minhajul Abidin yang diterjemahkan Abu Hamas as-Sasaky menjelaskan, tobat adalah salah satu tindakan hati yang membersihkan hati dari perbuatan dosa.
Hujjatul Islam juga memaparkan definisi tobat dari gurunya sebagai, “Menjauhkan diri dari perbuatan dosa setelah mengetahui keagungan dan kemuliaan Tuhan dan karena takut mendapat murka dan hukuman Allah-Nya.”
Ada empat syarat tobat menurut pandangan Imam al-Ghazali. Berikut di antaranya.
- Berusaha untuk tidak melakukan dosa lagi.
- Bertobat dari dosa yang pernah dilakukan sebelumnya. Sebab, jika belum pernah melakukan dosa tersebut maka berarti ia menjaga diri darinya bukan bertobat.
- Dosa yang disesali oleh seorang hamba sekarang memiliki kedudukan dan derajat yang sama dengan dosa yang pernah dilakukan di masa lalu dan ingin ia tinggalkan.
- Tobat dilakukan semata-mata untuk mengagungkan Allah ‘Azza wa Jalla dan menghindari kemurkaan serta siksaan-Nya yang pedih.
Dalam tobat untuk mendapat ampunan Allah SWT ini, ada tiga hal yang bisa dilakukan. Imam al-Ghazali menyebutnya syarat tobat. Berikut di antaranya.









