5 Alasan Navi Pillay Jadi Simbol Perlawanan terhadap AS dan Israel

oleh -8 Dilihat
Navi Pillay menjadi simbol perlawanan terhadap AS dan Israel. Foto/X/UN

Porostimur.com, Pretoria — Navanethem “Navi” Pillay, pakar hukum asal Afrika Selatan yang dikenal melalui kiprahnya dalam penegakan hak asasi manusia dan hukum internasional, dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2026 oleh Komite Nobel Norwegia.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam memperjuangkan keadilan internasional, termasuk upaya memastikan pertanggungjawaban atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.

Penganugerahan Nobel kepada Pillay berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta perdebatan mengenai keberlakuan hukum internasional. Lembaga-lembaga peradilan internasional menghadapi tekanan politik, sementara konflik di berbagai kawasan terus memunculkan tuntutan agar pelanggaran hak asasi manusia diproses melalui mekanisme hukum.

Nama Pillay juga menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai situasi di Palestina, termasuk laporan yang menyimpulkan bahwa Israel bertanggung jawab atas genosida di Jalur Gaza. Kesimpulan tersebut ditolak Israel, yang menuding kritik terhadap negaranya sarat prasangka dan bermuatan politik.

Pillay, yang pernah menjabat sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, menyambut penghargaan tersebut dengan menegaskan komitmennya kepada para penyintas kejahatan internasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.