Porostimur.com, Tel Aviv — Pemimpin Partai Demokrat Israel, Yair Golan, menilai pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel merupakan kesalahan strategis yang tidak memberikan keuntungan bagi kepentingan nasional Israel.
Pernyataan tersebut menjadi kritik terbuka terhadap strategi perang yang ditempuh pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, terutama terkait efektivitas operasi militer dalam mencapai tujuan politik jangka panjang terhadap Iran.
“Menurut saya, secara tegas, penyingkiran Khamenei—sang ayah—adalah sebuah kesalahan; bukan karena dia tidak pantas mati, melainkan karena hal itu tidak melayani kepentingan Negara Israel,” kata Golan, seperti dikutip dari Roya News, Minggu (11/10/2026).
Pernyataan Golan menyoroti persoalan mendasar dalam strategi militer Israel: apakah eliminasi pemimpin tertinggi Iran benar-benar mampu memperkuat posisi Israel, atau justru tidak menghasilkan perubahan strategis sebagaimana yang diharapkan.
Khamenei tewas dalam serangan awal perang AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, bersama sejumlah pejabat senior Iran lainnya. Kematian tokoh yang telah lama memimpin Republik Islam Iran itu menjadi salah satu titik eskalasi paling signifikan dalam konflik kedua negara.









