Cerpen Karya: Fildzah Ghaisani
Menjadi mahasiswa semester akhir merupakan sebuah fase terberat bagi beberapa orang, termasuk aku. Menjadi anak pertama perempuan juga bukanlah hal yang mudah. Berbagai ekspektasi orangtua menjadi beban tersendiri untukku. Aku takut mengecewakan mereka, aku takut tidak bisa membuat mereka bangga. Aku dituntut harus bisa mandiri, melakukan apapun sendiri. Saat usiaku mulai memasuki kepala dua di sinilah semuanya bermula.
Saat ini, aku tengah duduk di ruang keluarga bersama kedua orangtua dan juga adikku, lalu tiba-tiba mamaku bertanya, “Kamu kapan lulusnya?” dan aku menjawab, “Doakan aja ma, secepatnya.”
“Mama harap kamu bisa cepat selesai, terus lanjut cari kerja.” Ucap mama lagi, aku hanya mengangguk sebagai jawaban, jujur aku sebenarnya tidak nyaman dengan situasi seperti ini dengan pertanyaan sama yang sudah berulang kali ditanyakan.
Aku melangkah masuk ke kamar, sebelum itu aku minta izin ke orangtuaku agar tidak menggangguku dulu, karena aku ingin fokus mengerjakan skripsi di kamar dengan tenang.
Sebenarnya hari ini bertepatan dengan wisuda ke-80 di kampusku. Beberapa teman seangkatanku sudah ada yang lulus dan wisuda hari ini. Jujur aku iri dan tidak sanggup untuk sekedar menghadiri dan mengucapkan selamat kepada mereka. Aku tahu bahwa proses setiap orang berbeda-beda, aku sudah berdamai dengan kenyataan itu. Hanya saja terkadang orang-orang di sekitarku tidak memahami hal itu dan mereka terlalu berekspektasi tinggi pada diriku.










