Ruang Hening

oleh -310 views

Aku menatap laptopku yang menyala, tatapanku mengarah pada skripsi yang tak kunjung selesai karena ada beberapa kendala yang membuatku sulit menyelesaikannya, pikiranku berkelana jauh, pikiranku bak benang kusut yang sulit untuk diurai. Overthinking dimulai.

Di sudut ruang kamarku yang gelap ini, aku banyak merenung dan berakhir dengan menyalahkan diri sendiri. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Mengapa aku tidak bisa seperti mereka? Mengapa prosesku tidak semulus mereka?” terus muncul di kepalaku, namun segera kutepis.

Semenjak memasuki semester akhir ini aku sering merasakan stress, jam tidur yang berantakan, insomnia setiap malam karena overthinking, aku juga kehilangan motivasi dan semangat. Bahkan dinding di kamarku menjadi saksi bisu bagaimana gelisahnya diriku memikirkan masa depan. Aku yakin bukan aku saja yang merasakan hal ini, banyak mahasiswa semester akhir di luar sana yang juga merasakan hal yang sama denganku.

Baca Juga  Minta ASN Jaga Opini WTP, Wali Kota Ambon Ancam Blacklist Pihak Ketiga "Nakal"

Dulu, saat awal masuk kuliah aku termasuk mahasiswa yang aktif dan kritis. Bahkan aku juga aktif di beberapa organisasi intra dan ekstra kampus. Aku merasa diriku yang sekarang berbeda dengan diriku yang dulu.

Dulu aku adalah anak yang ambis, indeks prestasiku di atas 3,5 bahkan ada yang 4,0. Tetapi sekarang, seperti tak ada gairah untuk menyelesaikan apa yang sudah kumulai ini, aku merasa kesepian karena sudah tertinggal jauh oleh teman-temanku. Setiap melihat story mereka saat seminar proposal dan sidang kolokium aku menjadi minder, bahkan teman-temanku yang dulu tidak begitu mencolok ketika di kelas bisa mendahuluiku, hal itulah yang tak kusangka.

No More Posts Available.

No more pages to load.