Porostimur.com, London — Kemenangan tipis Arsenal atas Newcastle United akhir pekan lalu tak sepenuhnya menghadirkan ketenangan. Di balik hasil positif itu, kegugupan justru terasa kuat dan membuat laga sulit dinikmati.
Bermain di Emirates Stadium, Sabtu (25/4/2026), Arsenal harus bekerja keras mengamankan kemenangan 1-0. Gol cepat dari Eberechi Eze pada menit kesembilan menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Momentum Hilang, Tekanan Berbalik
Meski unggul lebih dulu, Arsenal gagal memaksimalkan momentum untuk menambah gol. Alih-alih memperlebar keunggulan, intensitas serangan mereka justru menurun seiring berjalannya waktu.
Situasi makin sulit setelah Eze ditarik keluar pada awal babak kedua akibat cedera. Sejak itu, tekanan Newcastle perlahan meningkat dan membuat tuan rumah harus lebih banyak bertahan.
Secara statistik, tim asuhan Mikel Arteta hanya mencatat expected goals (xG) sebesar 0,64, kalah dari Newcastle yang membukukan xG 0,94.
Kegugupan Menular ke Seluruh Stadion
Mantan pemain Arsenal, Paul Merson, menilai atmosfer di stadion dipenuhi ketegangan yang tak biasa. Menurutnya, kegugupan tidak hanya dirasakan pemain, tetapi juga menjalar ke para suporter.
“Sangat-sangat gugup! Semua orang begitu. Itulah masalahnya, semuanya gugup. Anda menghadapi akhir musim semacam ini dan kesalahan apa pun tamatlah sudah,” ujar Merson kepada Sky Sports.









