Porostimur.com, Washington – Pentagon merevisi jumlah resmi personel militer Amerika Serikat (AS) yang tewas selama perang melawan Iran menjadi 21 orang, setelah sebelumnya basis data militer mencatat angka yang lebih rendah dari jumlah sebenarnya.
Defense Casualty Analysis System (DCAS), sistem pencatatan korban militer AS, sebelumnya mencatat 18 personel militer meninggal dunia akibat penyebab yang berkaitan maupun tidak berkaitan langsung dengan pertempuran sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026.
Perubahan data tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap akurasi pencatatan korban oleh militer AS. Sebelumnya, The Washington Post melaporkan bahwa basis data tersebut tidak mencatat seluruh kematian personel militer selama konflik berlangsung.
Laporan itu, yang mengutip enam pejabat AS, bahkan sempat dibantah Menteri Perang AS Pete Hegseth dengan menyebutnya sebagai “kebohongan total”.
Data Korban Bertambah Setelah Pembaruan Basis Data
Pada Jumat pekan sebelumnya, DCAS memperbarui catatan dengan memasukkan nama Mayor Sorffly Davius (46), anggota Garda Nasional Angkatan Darat AS yang tewas di Kuwait pada 6 Maret 2026.
Basis data tersebut juga mencatat kematian seorang anggota Angkatan Laut AS yang identitasnya tidak diungkapkan dan meninggal akibat bunuh diri pada September 2026.









