Erupsi pertama terjadi pukul 01.57 WIT dengan lontaran lava pijar. Selanjutnya pada pukul 06.10 WIT, kolom abu terpantau mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak.
Letusan kembali terjadi pada pukul 07.31 dan 09.12 WIT dengan kolom abu sekitar 2.000 meter, disusul erupsi pukul 11.07 WIT dengan ketinggian sekitar 900 meter.
Aktivitas kegempaan juga didominasi gempa letusan dengan amplitudo besar, menandakan erupsi masih berlangsung intens.
Pendakian Ditutup Total
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sebelumnya telah menutup total aktivitas pendakian Gunung Dukono melalui keputusan resmi sejak 17 April 2026, dan kembali menegaskannya pasca insiden pada Jumat (8/5/2026).
Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki kawasan rawan bencana dalam radius empat kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi PVMBG.
Keselamatan Jadi Prioritas
Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Henjte ML Hetharia, mengatakan pencarian hari kedua difokuskan pada area dugaan lokasi korban berdasarkan hasil penyisiran sebelumnya.
“Tim SAR gabungan tetap mengutamakan aspek keselamatan personel mengingat aktivitas vulkanik masih tinggi,” ujarnya.
BNPB juga mengingatkan bahwa pembatasan aktivitas di kawasan rawan bencana berlaku bagi sejumlah gunung api aktif lain di Indonesia, guna mencegah insiden serupa terulang.









