- Prioritaskan salat yang pasti ditinggalkan
Jika ragu, ambillah jumlah minimal yang diyakini sebagai dasar qada.
- Lakukan secara bertahap
Tidak ada batas waktu untuk mengqada salat. Lakukan secara bertahap dengan niat tulus untuk memperbaiki diri.
- Sertai dengan taubat
Selain mengqada, taubat nasuha atas kelalaian sangat dianjurkan untuk menyempurnakan proses pertobatan. Prinsip ini memastikan seorang muslim dapat melaksanakan kewajibannya tanpa merasa terbebani, sambil tetap berpegang pada kebenaran syariat.
Berdasarkan pandangan mayoritas ulama, salat yang ditinggalkan, baik karena lupa maupun sengaja, tetap wajib diqada. Proses ini tidak hanya memenuhi kewajiban syariat, tetapi juga menjadi wujud tobat dan perbaikan diri.
Jika jumlah salat yang terlewat tidak pasti, gunakan prinsip kehati-hatian dengan memperkirakan jumlah yang realistis. Terpenting, lakukan qada dengan niat tulus dan konsisten untuk kembali pada jalan yang diridai Allah SWT.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









