Peningkatan itu, kata Bahlil, memperlihatkan bahwa pengolahan sumber daya alam di dalam negeri mampu menghasilkan nilai ekonomi lebih besar dibandingkan dengan menjual bahan mentah.
Pemerintah pun berupaya melanjutkan pengembangan industri pengolahan untuk memperkuat kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.
Bagi Bahlil, keberhasilan hilirisasi tidak semata-mata diukur dari peningkatan nilai ekspor. Kebijakan ini juga diarahkan untuk mengubah struktur ekonomi Indonesia agar memiliki basis industri yang lebih kuat dan tidak terus bergantung pada penjualan komoditas mentah.
Pengembangan industri pengolahan diharapkan mendorong pertumbuhan sektor-sektor pendukung, meningkatkan penguasaan teknologi, memperluas keterlibatan pengusaha nasional, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Ekspor Nikel Melonjak, Hilirisasi Dongkrak Nilai Tambah
Lonjakan nilai ekspor nikel menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk menunjukkan dampak kebijakan hilirisasi terhadap perekonomian nasional.
Melalui pengolahan di dalam negeri, Indonesia berupaya memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari sumber daya alamnya. Strategi ini sekaligus membuka peluang pengembangan industri turunan yang memiliki daya saing di pasar internasional.









