Peningkatan kapasitas industri pengolahan juga dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, terutama untuk komoditas yang berkaitan dengan kebutuhan industri modern dan transisi energi.
Dengan target ekspor sedikitnya USD45 miliar pada 2026, pemerintah ingin menjaga momentum pertumbuhan industri nikel sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya mineral.
Namun, optimalisasi hilirisasi juga membutuhkan investasi berkelanjutan, penguatan teknologi, serta tata kelola industri yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.
Pemerintah berharap penguatan industri pengolahan tidak hanya meningkatkan kinerja ekspor, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi di berbagai daerah penghasil mineral.
Pemerintah Bidik Investasi Hilirisasi USD618 Miliar hingga 2040
Untuk memperluas keberhasilan hilirisasi ke berbagai sektor, pemerintah telah menyusun peta jalan pengembangan hilirisasi hingga 2040 dengan sasaran investasi mencapai USD618 miliar.
Program tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian.
Bahlil menyebut, peta jalan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat fondasi industri nasional.









