Bodewin Tegaskan Fabrikasi Sopi Masih Sebatas Gagasan, Belum Jadi Kebijakan

oleh -61 Dilihat
Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menegaskan wacana fabrikasi atau penyulingan terstandar minuman tradisional Sopi hingga kini belum menjadi kebijakan yang dilegalkan.

Bodewin: Fabrikasi Bukan Berarti Legalisasi Sopi

Bodewin kembali menegaskan bahwa fabrikasi yang ditawarkan pemerintah tidak identik dengan legalisasi Sopi dalam arti masyarakat bebas memproduksi maupun mengonsumsi minuman tersebut.

Konsep tersebut, kata dia, justru diarahkan pada pengendalian melalui proses produksi yang terstandar dan berada dalam pengawasan.

“Ini katong sementara berusaha untuk memberikan ide dan gagasan untuk menyelamatkan Kota Ambon ini dari miras,” katanya.

Dalam konsep yang sebelumnya disampaikan, fabrikasi Sopi antara lain diarahkan untuk mengubah pola produksi dan distribusi melalui fasilitas resmi.

Standardisasi produksi juga disebut dapat berdampak pada harga. Bodewin memperkirakan harga Sopi yang saat ini relatif murah dapat meningkat hingga 10 sampai 20 kali lipat, dengan kisaran sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per botol.

Baca Juga  5 Shio yang Beruntung di Bulan Oktober 2026, dari Asmara hingga Karier

Pemerintah berharap perubahan harga tersebut dapat membatasi akses sekaligus mempersempit ruang peredaran Sopi secara sembarangan.

Di sisi lain, konsep tersebut juga diarahkan untuk memberikan kepastian ekonomi dan hukum bagi para penipar mayang.

Mereka nantinya dapat menjual hasil panen kepada pabrik atau penampung resmi yang ditunjuk, sehingga mata rantai produksi dan distribusi dapat lebih mudah diawasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.