Porostimur.com, Riyadh — Inter Milan harus mengubur ambisi melangkah ke final Supercoppa Italia 2025 setelah tumbang dari Bologna lewat drama adu penalti. Gelandang Inter, Henrikh Mkhitaryan, menilai kegagalan tersebut tak lepas dari buruknya penyelesaian akhir yang membuat dominasi Nerazzurri sia-sia.
Dalam laga semifinal yang digelar di Al-Awwal Park, Riyadh, Sabtu (20/12/2025), Inter dan Bologna bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir, sebelum Rossoblu menang 3-2 lewat adu penalti.
Dominasi Inter Tak Berbuah Kemenangan
Inter sejatinya memulai laga dengan sempurna. Marcus Thuram membawa Nerazzurri unggul cepat saat laga baru berjalan dua menit. Namun keunggulan itu tak mampu dipertahankan hingga turun minum.
Bologna berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Riccardo Orsolini pada menit ke-35, sekaligus mengubah arah pertandingan menjadi lebih ketat.
Secara statistik, Inter tampil lebih dominan. Pasukan Cristian Chivu menguasai bola hingga 61 persen dan melepaskan 14 tembakan, unggul atas Bologna yang hanya mencatatkan 10 percobaan. Namun dominasi tersebut tak diiringi ketajaman di lini depan.
Adu Penalti Jadi Titik Balik
Kegagalan Inter memanfaatkan peluang membuat laga harus ditentukan lewat adu penalti, situasi yang diakui Mkhitaryan menjadi titik balik.










