Porostimur.com, Langgur — Camat Kei Kecil Joseph Dumatubun, menegaskan angka prevalensi stunting di wilayahnya pada tahun 2025 mencapai 11,68 persen.
Data tersebut dipaparkannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kei Kecil yang digelar di Balai Ohoi Langgur, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, dari total 1.764 balita yang ada di Kecamatan Kei Kecil, lebih dari 200 balita tercatat mengalami stunting.
“Persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi fokus utama kami. Walaupun dari sisi persentase mengalami perbaikan, namun secara jumlah kasus masih cukup tinggi dan membutuhkan intervensi lintas sektor,” ujarnya.
884 KK Masuk Kategori Miskin Ekstrem
Selain stunting, Dumatubun juga mengungkapkan jumlah kepala keluarga (KK) miskin ekstrem di Kecamatan Kei Kecil masih mencapai 884 KK atau sekitar 10,08 persen dari total penduduk, dengan jumlah jiwa sebanyak 3.295 orang.
Sementara di sektor perumahan, masih terdapat ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di sejumlah ohoi.
“Kecamatan Kei Kecil bahkan berkontribusi cukup besar terhadap total RTLH di tingkat kabupaten, sehingga program perbaikan rumah menjadi salah satu usulan prioritas dalam Musrenbang kali ini,” katanya.









