Porostimur.com, Jakarta – Center for Strategic and International Studies (CSIS) membaca menguatnya intensitas konflik hingga jatuhnya korban jiwa di Papua. CSIS mendorong Pemerintah mencari solusi komprehensif atas permasalahan di Bumi Cendrawasih.
Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri dalam Seminar pemaparan studi CSIS bertajuk “Kompleksitas Perlindungan Warga Sipil dalam Konflik Separatis dan Agama di Indonesia” pada Kamis (26/1/2023).
“Ada eskalasi konflik di Papua di mana ada peningkatan signifikan baik dari intensitas maupun jumlah korban dari kalangan sipil terus berjatuhan,” kata Yose dalam sambutannya.
Hal itu mendasari CSIS melakukan studi kekerasan kolektif pada 2022. CSIS mengakui meski angkanya turun tapi pengaruhnya justru signifikan.
“Contoh konflik separatis di Papua akibatkan lebih dari 760 korban jiwa selama 5 tahun belakangan,” lanjut Yose.
Yose menegaskan konflik separatis Papua masih menjadi hal yang penting untuk terus diamati sekaligus dicarikan jalan keluarnya bersama-sama.
“Bisa dilihat apa yang dilakukan pemerintah sekarang ini mungkin belum bisa benar-benar berikan mekanisme penyelesaian yang dapat diandalkan untuk atasi kompleksitas masalah di Papua,” ujar Yose.




