Ampas sagu yang selama ini tidak memiliki nilai ekonomi dapat menjadi bahan baku industri bernilai tinggi sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi petani sagu dan masyarakat di sentra produksi sagu di Maluku.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari Program Penelitian Kolaborasi Unggulan Politeknik Negeri Ambon (PKUP) yang didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polnam.
Keunikan riset ini juga terletak pada keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam seluruh tahapan penelitian, mulai dari pengolahan bahan baku, pengujian laboratorium, hingga analisis data. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya riset terapan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri.
Tim peneliti dipimpin oleh Leslie Sovie Loppies, S.T., M.Si., dengan anggota Ir. Deny I. Pellu, S.T., M.T., Delvia Rimesye Apalem, S.T., M.T., dan Ir. Valentyn P. B. Hattu, S.T., M.T.. Penelitian ini turut melibatkan tiga mahasiswi Jurusan Teknik Mesin Polnam, yakni Maura Natasya Tahalea, Nurul Annisa, dan Rika Ardila Putri Bahari, yang berpartisipasi langsung dalam proses pengujian di laboratorium.









