Delapan Bahasa Daerah di Maluku Utara Terancam Punah

oleh -4 Dilihat
Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus meningkatkan literasi dan pemartabatan bahasa Indonesia di daerah.

Porostimur.com, Ternate — Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus meningkatkan literasi dan pemartabatan bahasa Indonesia di daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, dengan Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Hidayat Widiyanto, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Maluku Utara, Eks Crisan, Selasa (29/9/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut, Abubakar Abdullah, Kepala Dinas Perpustakaan Malut, Muliyadi Tutupoho, serta Kepala Balai Bahasa Maluku Utara, Nukman.

Asimilasi Antarsuku Jadi Tantangan Pelestarian Bahasa

Samsuddin menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Maluku Utara atas berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menjaga bahasa daerah di tengah perubahan sosial masyarakat.

Menurutnya, Maluku Utara memiliki karakteristik kebahasaan yang kompleks karena terdapat banyak bahasa daerah yang pada awalnya sangat erat dengan identitas suku dan wilayah.

Baca Juga  Jaksa Lacak Aset Terdakwa Sarifa, Uang Pengganti Capai Rp523 Juta

Ia mencontohkan bahasa Ternate yang identik dengan masyarakat suku Ternate. Namun, perkembangan masyarakat, asimilasi, dan perkawinan antarsuku menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan keberadaan bahasa-bahasa tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.