Selain menyerahkan bantuan, politisi dari Fraksi PKS ini juga membuka ruang dialog untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan aspirasi warga. Sejumlah isu yang mengemuka antara lain normalisasi Sungai Waeapo, percepatan pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani di lebih dari 20 titik, serta kebutuhan fasilitas pengecer pupuk di desa. Warga juga mendorong percepatan penetapan desa-desa persiapan seperti Wana Karta dan Waekernangan menjadi desa definitif.
Saadiah yang juga merupakan anggota Badan Anggaran DPR RI ini menaruh perhatian khusus terhadap aspirasi masyarakat adat terkait pembukaan lahan-lahan tidur untuk dijadikan lahan pertanian produktif.
Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat adat harus disertai dengan pendekatan sosial, legalitas lahan, serta dukungan alat dan pendampingan yang menyeluruh.
Saadiah menegaskan bahwa dukungan terhadap petani harus terus diperkuat, baik melalui kebijakan, program bantuan, maupun pendampingan teknis secara berkelanjutan.
“Kita tidak bisa hanya berharap hasil maksimal dari petani tanpa memperkuat alat produksinya. Dengan adanya alsintan, kita harap beban kerja petani berkurang, efisiensi meningkat, dan hasil panen bisa lebih baik. Ini bagian dari ikhtiar kita untuk menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan di daerah,” ujarnya.









