Dua WNI Sandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

oleh -54 views
Link Banner

Porostimur.com | Sulu: Dua warga negara Indonesia berhasil dibebaskan dari penyanderaan Abu Sayyaf pada Minggu (22/12). Seorang tentara Filipina dilaporkan tewas dalam upaya pembebasan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam pernyataannya menyebut dua WNI berinisial SM dan ML dibebaskan setelah militer Filipina mengetahui lokasi penyandera. Menurut media Filipina ABS CBN, lokasi pembebasan berada di Sulu.

“Terjadi kontak senjata pada 22 Desember 2019 pagi hari. Dalam operasi tersebut, 2 WNI atas nama SM dan ML berhasil dibebaskan. Sementara, satu sandera WNI atas nama MF masih terus diupayakan pembebasannya,” kata Kemlu RI.

Rencananya kedua WNI tersebut akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan akan segera dipulangkan ke Indonesia. Kemlu mengatakan, seorang tentara Filipina tewas dalam peristiwa itu.

Tentara bagikan foto buronan anggota Abu Sayyaf
Tentara bagikan foto buronan anggota Abu Sayyaf. Foto: Reuters//Marconi B. Navales

“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas kerja sama Pemerintah Filipina yang baik, sekaligus menyampaikan duka cita atas gugurnya satu personel militer Filipina dalam operasi tersebut,” ujar Kemlu RI.

Baca Juga  Wakapolda Maluku Jemput Wakil Menteri ATR/BPN

“Pemri berharap satu sandera WNI a.n. MF dapat segera menyusul dibebaskan,” lanjut Kemlu.

Tiga WNI itu adalah nelayan yang diculik Abu Sayyaf di dekat Pulau Tambisan, Malaysia, pada September lalu.

Ketiga WNI diketahui bernama Maharudin Lunani (48), putranya Muhammad Farhan (27), dan Samiun Maneu (27).

Abu Sayyaf sempat meminta tebusan senilai lebih dari Rp 8 miliar untuk pembebasan tiga pria itu melalui video.

Kemlu RI mengatakan pembebasan kedua WNI tidak terlepas dari komunikasi yang terus terjalin antar kedua negara.

Salah satunya adalah pembicaraan langsung Presiden Jokowi dengan Presiden Rodrigo Duterte serta Menlu RI dengan Menhan Filipina.

“Pembicaraan tersebut ditindaklanjuti dengan koordinasi internal Pemri yang dilakukan Kemenkopolhukam RI,” ujar Kemlu RI. (red/rtl/kump)