Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

oleh -8 Dilihat

Tuna, Udang Vannamei dan Julung-Julung Jadi Andalan Ekspor

Ishartini menjelaskan, nilai ekspor perikanan Maluku yang mencapai Rp700 miliar tersebut berasal dari volume ekspor sekitar 9.675,8 ton.

Komoditas yang mendominasi ekspor yakni tuna, udang vannamei dan ikan julung-julung. Produk-produk tersebut dipasarkan ke sejumlah negara tujuan ekspor, antara lain Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Arab Saudi, Malaysia hingga Korea.

Produk perikanan tersebut dihasilkan oleh 18 Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang telah mengantongi sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) serta terdaftar di negara tujuan ekspor.

Kepemilikan sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan produk perikanan Maluku mampu memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan yang ditetapkan negara-negara tujuan.

“Seluruh ikan yang diekspor disertifikasi oleh Badan Mutu dan mendapatkan SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan) sebagai dokumen mutu yang dipersyaratkan di negara tujuan,” jelas Ishartini.

Baca Juga  Tiga Pekan Hilang Melaut, Nelayan Morotai Ditemukan Kapal China

KKP Dorong Pengawasan Mutu dari Hulu hingga Hilir

Pemerintah pusat sebelumnya telah menegaskan pentingnya penguatan sistem jaminan mutu hasil perikanan untuk meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta Badan Mutu KKP tidak hanya berfokus pada pengawasan di tahap akhir, tetapi lebih aktif turun langsung ke rantai produksi.

No More Posts Available.

No more pages to load.