Hari ke-20 Gencatan Senjata; Saat Duo-Adidaya Takluk pada Keteguhan Iran

oleh -27 views

Trump dan Netanyahu, yang sebelumnya berapi-api, kini terlihat “plin-plan” dan berantakan di depan media. Trump, yang dikenal sombong, terpaksa mengumumkan gencatan senjata sepihak. Sebuah pengakuan tersirat: perang ini terlalu mahal, dan kita tidak bisa menang.

Ya, kehancuran di medan perang memang nyata, namun yang jauh lebih nyata adalah kehancuran harga diri. Bagaimana tidak? Sebuah aliansi paling kuat di dunia dikalahkan oleh sebuah negara yang mereka anggap “inferior”.

Sakit hati yang diderita Trump dan Netanyahu bukan sekadar karena rudal mereka gagal, atau minyak tetap mengalir. Tapi karena mereka sadar, selama setengah abad mereka gagal memahami satu hal: Iran tidak dibangun di atas beton, melainkan di atas keyakinan yang tak bisa disanksi.

Baca Juga  Taufik Hamud Kembali Pimpin Golkar Tual, Tegaskan Proses Musda Tetap Demokratis

Mungkin saja, suatu hari nanti, ketika debu pertempuran mereda, yang tersisa hanyalah secangkir teh panas di Teheran, dan wajah pucat di Washington. Iran tetap berdiri. Hormuz tetap aman. Dan duo adidaya kehilangan wajah. Dan, hari-hari ke depan masa depan geopolitik mungkin akan berubah arah.

Wallahu’alam bishawab.

No More Posts Available.

No more pages to load.