Di Obock, kota di Djibouti yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pesisir Yaman, IOM bersama otoritas setempat dan mitra kemanusiaan memberikan bantuan darurat kepada para pengungsi.
Bantuan tersebut antara lain berupa air bersih dan makanan.
Namun, kebutuhan di lapangan masih jauh lebih besar.
“Dibutuhkan lebih banyak dukungan,” ujar IOM.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa setiap perubahan peta kekuasaan di Yaman memiliki konsekuensi langsung terhadap masyarakat.
Ketika kelompok bersenjata berebut wilayah strategis, warga sipil justru harus meninggalkan rumah, menyeberangi perairan dan mencari tempat aman di negara lain.
Dengan posisi Bab al-Mandeb yang semakin menjadi pusat perhatian, konflik Yaman berpotensi memiliki dampak yang melampaui batas negara tersebut.
Perebutan wilayah, keterlibatan kekuatan regional dan serangan lintas batas membuat Yaman kembali menjadi salah satu titik paling rawan dalam pusaran konflik Timur Tengah.
sumber: sindonews









