Pela Gandong dan Siwalima Jadi Modal Sosial Membangun Maluku
Lewerissa menyebut persatuan sebagai kekuatan utama Maluku. Dengan karakter wilayah kepulauan yang memiliki keragaman budaya, adat istiadat dan tradisi, perbedaan semestinya tidak menjadi alasan untuk terpecah.
Sebaliknya, keberagaman harus dikelola menjadi energi pembangunan.
“Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan. Semangat Pela Gandong, ikatan Siwalima, dan hidup orang basudara harus terus kita hidupkan, bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi sebagai modal sosial yang sangat penting dalam membangun masa depan Maluku,” ujarnya.
Dari fondasi persatuan tersebut, Gubernur kemudian mengarahkan perhatian pada agenda pembangunan ekonomi. Ia ingin Maluku bergerak dari daerah yang hanya memiliki kekayaan sumber daya alam menjadi provinsi kepulauan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakatnya.
Pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata, industri pengolahan, UMKM hingga ekonomi kreatif disebut sebagai sektor yang harus terus diperkuat.
“Maluku harus menjadi provinsi kepulauan yang maju, produktif, berdaya saing, dan sejahtera. Kita harus menciptakan lapangan kerja dan memperbesar nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya.









