Ibu Hamil Kritis Harus Sewa Speedboat Rp2,5 Juta, Sistem Rujukan Laut BAHIM Dipertanyakan

oleh -186 Dilihat
Ibu Hamil Kritis Harus Sewa Speedboat Rp2,5 Juta, Sistem Rujukan Laut BAHIM Dipertanyakan

Porostimur.com, Ternate – Persoalan layanan rujukan kesehatan di wilayah kepulauan BAHIM kembali dipertanyakan setelah seorang ibu hamil asal Pulau Moti harus dievakuasi menggunakan speedboat umum dengan biaya sekitar Rp2,5 juta karena ambulans laut pemerintah tidak tersedia di lokasi ketika kondisinya memburuk.

Pasien bernama Ica Ade, warga Kelurahan Takofi, Kecamatan Pulau Moti, sebelumnya mendapat penanganan di Puskesmas Perawatan Moti. Namun, ketika kondisinya disebut semakin kritis, keluarga akhirnya memilih mencari transportasi sendiri untuk membawa pasien ke Ternate.

Peristiwa tersebut kembali membuka persoalan lama mengenai ketersediaan armada ambulans laut, kecepatan respons, mekanisme rujukan hingga kesiapan sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat di tiga wilayah kepulauan BAHIM, yakni Batang Dua, Hiri dan Moti.

Baca Juga  Mengaku Jadi Korban Penganiayaan, Dua Warga Mangga Dua Polisikan Aipda GL

Berdasarkan informasi yang diterima, pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 16.12 WIT, suami pasien, Irwan, telah meminta agar istrinya segera dirujuk ke Ternate.

Saat itu, pasien disebut mengalami pendarahan. Kondisi cuaca dinilai masih memungkinkan untuk perjalanan laut dan permintaan rujukan mendapat persetujuan.

Namun, proses rujukan disebut belum dapat dilakukan karena surat rujukan belum tersedia. Dokter yang disebut menangani pasien juga dikabarkan tidak berada di Puskesmas Moti.

No More Posts Available.

No more pages to load.