Ini Temuan KSP Soal Kendala Penanganan COVID-19 di Maluku

oleh -78 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Penanganan COVID-19 di wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan berbeda. Karena ada sejumlah kendala. Kendala itu berupa keterbatasan alat transportasi dan kendala jaringan internet.

Temuan itu diperoleh Tim Kantor Staf Presiden (KSP) saat berkunjung ke Provinsi Maluku, pada pekan lalu.

“Perlu pendekatan penanganan yang memperhatikan karakter provinsi kepulauan,” ujar Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP, Theofransus Litaay, di Ambon, Senin 6 September 2021.

Tim yang terdiri dari Tenaga Ahli Utama Theofransus Litaay dan Mufti Makarim Al Ahlaq serta tenaga profesional Raditya Herpramudita bertemu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dan sejumlah perwakilan dari Jajaran Forpimda, seperti TNI, Polri, Lantamal, dan Badan Intelejen Negara (BIN) Provinsi Maluku.

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan Kota Ambon, penanganan COVID-19 sudah berjalan dengan baik. Termasuk program percepatan vaksinasi.

Baca Juga  Menkopolhukam & Mendagri Gelar Pertemuan Dengan Forkopimda Maluku Terkait Corona dan Pilkada 2020

“Vaksinasi siswa yang dilakukan secara masif di Kota Ambon dapat menjadi model sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan BIN dalam meningkatkan capaian vaksinasi. Namun perlu dipikirkan pemecahan masalah vaksinasi untuk pulau-pulau selain pulau Ambon, terutama pulau-pulau kecil,” jelas Theo Litaay.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Mufti Makarim Al Ahlaq mengatakan, perlunya siasat lain untuk mengatasi kendala distribusi vaksin ke pulau-pulau kecil di Provinsi Maluku.

Dalam perbincangan dengan porostimur.com, di Cafe Pelangi, Soabali, Ambon, Sabtu akhir pekan kemarin, Mufti munuturkan, kendala lain yang ditemui tim KSP ialah gangguan koneksi internet. Mengakibatkan terlambatnya pelaporan.

“Meski pun di data online status vaksin belum terpakai, faktanya di lapangan stok sudah tidak ada,” tukasnya.

Baca Juga  Kapolda Maluku Kunjungi Pasien Covid-19 di RSUD Namlea

Mufti juga bilang, di sisi lain, terbatasnya akses transportasi menjadikan keuntungan bagi provinsi kepulauan. Minimnya arus lalu lintas manusia yang masuk dan keluar kepulauan, membuat kasus COVID-19 rendah.

“Angka positif Covid-19 di luar Ambon relatif rendah, bahkan ada yang nol. Karena itu perlu diatur kelonggaran yang dapat diterapkan terkait kegiatan sosial, ekonomi dan pendidikan, dengan tetap memperhatikan prokes,” pungkasnya. (keket)

No More Posts Available.

No more pages to load.