4 Personil TNI Gugur, Ini Motif Penyerangan KKB Ke Posramil Maybrat

oleh -157 views
Link Banner

Porostimur.com | Manokwari: Tiga pelaku penyerang Posramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat, yang menyebabkan empat anggota TNI gugur menjalani pemeriksaan intensif. Saat diperiksa, mereka mengungkapkan pemicu penyerangan.

“Karena mereka berseberangan dengan NKRI. Mereka merasa berseberangan. Kami kan mengajak masyarakat yang baik, ayo membangun kampung, ayo belajar bersama-sama, ayo kita produktif, ayo kita ibadah bersama-sama,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Kolonel Art Hendra Pasilerron melansir detikcom, Senin (6/9/2021).

“Bahwa masyarakat Papua sudah cerdas dan malah sudah muak dengan ajakan-ajakan, teriakan-teriakan ‘Papua Merdeka’. Mereka ingin hidup tenang dan damai untuk masa depan anak-anak dan generasi muda ke depan membangun Papua di bawah NKRI,” lanjut Hendra.

Hendra mencontohkan saat momen Kemerdekaan RI ke-76. Menurut dia, warga setempat terlihat antusias.

“17 Agustus kemarin ramai di sini. Masyarakat antusias sekali memperingatinya,” ujar Hendra.

Hendra menyimpulkan, dari hasil pemeriksaan, kelompok separatis teroris (KST) pimpinan Manfet Patem iri dengan pengaruhnya di masyarakat yang terkikis. Mereka lantas menyerang Posramil Kisor.

Baca Juga  Danramil 1509-01/Bacan Ucapkan Terimakasih, Serbuan Vaksinasi Disambut Antusias oleh Masyarakat Desa Kasiruta Dalam

“Dari hasil interogasi kita kepada yang sudah ditangkap, bisa diambil kesimpulan awal mereka gerah. Mereka merasa apa yang mereka yakini, ideologi mereka kalah dengan Pancasila,” ungkap Hendra.

Hendra menyebut memang masyarakat Maybrat sudah menyadari pengaruh negatif KST dalam keseharian mereka. Masyarakat di Papua Barat, sebut Hendra, menyibukkan diri dengan hal-hal yang dianggap positif.

“Masyarakat sendiri kan seiring waktu yang merasakan sendiri, kok ajaran mereka (KST) tidak benar. Lebih banyak manfaatnya menggali potensi diri dan memajukan kampung kita, tanah kita, masyarakat kita dengan rajin belajar, beribadah, bersaudara, terus bekerja,” tutur Hendra.

“Itu mereka (KST) merasa pengaruh mereka kalah. masyarakat tidak bisa dipengaruhi untuk melakukan kekerasan dan teror-teror seperti yang mereka ajarkan,” imbuh dia.

Hendra juga menyebut peristiwa penyerangan Posramil Kisor mencengangkan banyak pihak di Papua Barat. Dia pun menegaskan KST bukan cerminan karakter warga Papua.

Baca Juga  Kapal Tanker Israel Diserang dengan Drone Bunuh Diri

“Semua tercengang. Tetapi saya katakan, orang yang sudah berbuat keji dan sadis seperti itu bukan orang Papua. Saya yakin bahwa tanah Papua adalah tanah yang diberkati, tanah Injil. Makanya di sini itu setahu kami orang Papua berhati lembut, cinta kasih,” ucap Hendra.

“Kalau kita di Jawa, kita ke pasar, belanja pakai bahasa Jawa nawarnya. Kalau di Papua ini Indonesia banget, semua suku ada di sini, pakai Bahasa Indonesia. Masyarakat setempat ini orang yang terbuka, mereka penuh kasih, penuh persaudaraan,” sambung Hendra.

Peristiwa Penyerangan

Sebelumnya, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa mengatakan Pos Koramil Persiapan Kisor Distrik Aifat Selatan. Penyerang diduga kelompok separatis teroris (KST).

“Sejauh ini komunikasi antara anggota TNI di Posramil Kisor dengan masyarakat lokal wilayah Aifat Selatan cukup baik, tidak ada potensi gangguan teritorial, sehingga kami menduga penyerangan Posramil ini dilakukan oleh KST,” kata dia dalam konferensi pers di markas Kodam XVIII/Kasuari di Manokwari, Papua Barat.

Baca Juga  Oknum Satpam Pelindo Diduga Lakukan Pungli di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Penyerangan itu terjadi pada Kamis (2/9), sekitar pukul 04.00 WIT. Berdasarkan keterangan lima anggota selamat, ada lebih dari 30 orang yang menyerang.

“Lebih dari 30 orang dengan menggunakan senjata tajam (parang) menyerang pagi hari mengakibatkan empat anggota TNI AD gugur, dua lainnya luka bacok, sementara lima anggota lainnya dalam keadaan selamat,” kata dia.

Empat prajurit TNI gugur akibat penyerangan tersebut. Mereka diserang saat dalam kondisi tidur.

Tiga prajurit TNI ditemukan tewas di dalam Posramil, yakni Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari. Sementara satu prajurit lainnya, yaitu Komandan Posramil Kisor, Lettu Chb Dirman, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam semak-semak belukar tak jauh dari pos.

(red/detikcom)

No More Posts Available.

No more pages to load.