Porostimur.com, Teheran – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mempertanyakan transparansi pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait kerugian aset militernya selama perang melawan Iran. Ia mengklaim jumlah pesawat dan drone militer AS yang jatuh atau rusak jauh lebih besar daripada yang selama ini disampaikan Washington.
Melalui akun X pada Kamis, Araghchi mengutip laporan Congressional Research Service (CRS), lembaga riset di bawah Kongres AS. Ia menyebut jumlah pesawat militer AS yang diklaim dijatuhkan Iran meningkat dari 42 unit menjadi 81 unit.
“Jumlah sebenarnya jauh lebih besar,” tulis Araghchi, sembari mempertanyakan keterbukaan militer AS mengenai kondisi pangkalan-pangkalan militernya di kawasan Teluk.
Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap dampak perang, mulai dari kerugian alutsista hingga besarnya biaya operasi militer yang ditanggung Washington.
Laporan CRS Catat 82 Pesawat dan Drone Hilang atau Rusak
Laporan Congressional Research Service yang dirilis pada Senin menyebut sebanyak 82 pesawat militer dan drone AS dilaporkan hilang atau mengalami kerusakan selama perang melawan Iran.
Mengacu pada laporan tersebut, biaya penggantian seluruh aset diperkirakan mencapai 1,9 miliar hingga 3,3 miliar dolar AS. Perhitungan itu mencakup pesawat berawak, helikopter, serta sistem pesawat nirawak.









