Porostimur.com, Washington – Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyiapkan rencana serangan intensif selama tiga hari terhadap Iran. Operasi yang masih menunggu persetujuan Presiden Donald Trump itu disebut menyasar kemampuan rudal dan drone, fasilitas energi, serta markas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Mengutip laporan The New York Times, cakupan pasti dan waktu pelaksanaan operasi tersebut belum ditetapkan. Pentagon disebut tetap mematangkan opsi militer di tengah perdebatan internal mengenai efektivitas serangan tambahan terhadap Teheran.
Sejumlah penasihat Trump mempertanyakan apakah operasi militer baru dapat mengubah sikap Iran secara signifikan. Namun, pihak lain menilai serangan singkat dengan intensitas tinggi berpotensi menambah tekanan terhadap perekonomian Iran yang sedang melemah.
Laporan Axios secara terpisah menyebut Komando Pusat AS (CENTCOM) telah diperintahkan mempersiapkan kemungkinan operasi tempur. Fasilitas energi, infrastruktur, dan lokasi yang berkaitan dengan program nuklir Iran termasuk dalam sejumlah target potensial yang dilaporkan sedang dipertimbangkan.
Diplomasi Berjalan, Selat Hormuz Masih Jadi Titik Perselisihan
Persiapan militer tersebut berlangsung ketika jalur diplomatik antara Washington dan Teheran masih terbuka. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya telah menerima tanggapan AS atas proposal Iran yang dirancang untuk jangka waktu tujuh hari dan kini sedang meninjaunya.









