Ironi Tembok Apologis di Tengah Ancaman “Indonesia Bangkrut”

oleh -27 views

​Koperasi Desa Merah Putih di Ambang Kegagalan

​Setali tiga uang, proyek Koperasi Desa Merah Putih yang menyedot anggaran lebih dari Rp100 triliun—termasuk Rp34 triliun dari Dana Desa—kini berada di ambang kegagalan massal. Pembangunan fisiknya memicu konflik karena menyerobot fasilitas umum dan merusak tata ruang desa. Praktik rasuah menyengat kuat lewat dugaan penyunatan anggaran gedung dari Rp1,6 miliar menjadi hanya Rp800 juta. Kini, gerai yang baru seumur jagung itu mulai sepi. Alih-alih mengevaluasi konsep, muncul wacana gegabah untuk menutup gerai ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Langkah nekat ini justru akan menciptakan gelombang pengangguran massal baru.

​Plesiran Istana di Tengah Jeritan Pasar

Baca Juga  Dies Natalis ke-5 Sekolah Laboratorium, Rektor Unpatti Dorong Pendidikan Kreatif dan Kolaboratif

​Sikap hemat yang diklaim pemerintah juga kontradiktif dengan gaya hidup elite. Kunjungan luar negeri Presiden yang mencapai 56 kali dengan total waktu melampaui 130 hari sejak dilantik, dengan anggaran yang diperkiraan tembus 299 milyar sulit diterima nalar publik yang sedang diminta mengetatkan ikat pinggang.

​Sementara elite menikmati perjalanan dinas, fakta di pasar kian mencekik. Rupiah yang terjerembab hingga menyentuh Rp18.000 per dolar AS—level terendah dalam sejarah—memicu inflasi berantai pada harga kebutuhan pokok. Beban hidup kian berat saat harga Pertamax melonjak ke Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertalite perlahan langka dan sering menghilang, digantikan oleh menjamurnya SPBU premium tanpa bahan bakar bersubsidi. Ini adalah strategi pembatasan terselubung yang merontokkan daya beli.

No More Posts Available.

No more pages to load.